Sabtu, 23 November 2013

Hidup

     Kehidupan merupakan sebuah pulau di lautan kesepian, dan bagi pulau itu bukit karang yang timbul merupakan harapan, pohon merupakan impian, bunga merupakan keheningan perasaan, dan sungai merupakan damba kehausan. 
     Hidupmu, wahai saudara-saudaraku, laksana pulau yang terpisah dari pulau dan daerah lain. Entah berapa banyak kapal yang bertolak dari pantaimu menuju wilayah lain, entah berapa banyak armada yang berlabuh di pesisirmu, namun engkau tetap pulau yang sunyi, menderita karena pedinya sepi dan dambaan terhadap kebahagiaan. Engkau tak dikenal oleh sesama insan, lagipula terpencil dari keakraban dan perhatian. 
     Saudaraku, kulihat engakau duduk di atas bukit emas serta menikmati kekayaanmu-bangga akan hartamu, dan yakin bahwa setiap genggam emas yang kaukumpulkan merupakan mata rantai yang menghubungkan hasrat dan pikiran orang lain dengan dirimu. 
     Dimata hatiku engkau tampak bagai panglima besar yang memimpin balatentara, hendak menggempur benteng musuh. Tapi setelah kuamati lagi, yang tampak hanya hati hampa belaka, yang tertempel dibalik koper emasmu, bagaikan seekor burung kehausan dalam sangkar emas dengan wadah air yang kosong.
     Kulihat engakau, saudaraku, duduk di atas singgasana agung; disekelilingmu berdiri rakyatmu yang memuji-muji keagunganmu, menyanyikan lagu penghormatan bagi karyamu yang mengagumkan, memuji kebijaksanaanmu, memandangmu seakan-akan nabi yang mengejawantah, bahkan jiwa mereka melambungkan sukaria sampai ke langit-langit agkasa.
     Dan ketika engkau memandang kawulamu, terlukislah pada wajahmu kebahagiaan, kekuasaan, dan kejayaan, seakan-akan engkau adalah nyawa bagi raga mereka.
     Tapi bila kupandang lagi, tampak engakau seorang diri dalam kesepian, berdiri di samping singgasanamu, menadahkan tangan kesegala arah, seakan-akan memohon belas kasihana dan pertolongan dari hantu-hantu yang tak tampak - mengemis perlindungan, karena tersisih dari persahabatan dan kehangatan persaudaraan. 
     Kulihat dirimu, saudaraku, yang sedang kasmaran pada wanita jelita, memasrahkan hatimu pada altar kecantikannya. Ketika kulihat ia memandangmu dengan kelembutan dan kasih keibuan, aku berkata dalam hati, "Terpujilah Cinta yang mampu mengisi kesepian pria ini dengan mengakrabkan hatinya dengan hati manusia lain."
     Namun, bila kuamtai lagi, kentara dalam hatimu yang bersalut cinta terdapat hati lain yang kesunyian, sia-sia meratap hendak menyatakan cintanya pada wanita; dan di balik jiwamu yang sarat cinta, terdapat jiwa lain yang hampa, bagaikan awan yang mengembara, sia-sia menjadi titik-titik air mata kekasihmu ...
     Hidupmu, wahai saudaraku, merupakan tempat tinggal sunyi yang terpisah dari wilayah perumahan orang lain, bagaikan ruang tengah rumah yang tertutup dari pandangan mata tetangga. Seandainya rumahmu tersaput oleh kegelapan, sinar lampu tetanggamu tak dapat mengisinya. Jika rumahmu berdiri di sebuah gurun, engkau tak dapat memindahkannya ke halaman orang lain, yang telah diolah dan ditanami oleh orang lain. Jika rumahmu berdiri di atas puncak gunung, engkau tak dapat memindahknnya kelembah, karena lerengnya tak dapat ditempuh oleh kaki manusia.
     Kehidupanmu, saudaraku, diliputi oleh kesunyian, dan jika bukan karena kesepian dan kesunyian itu, engkau bukanlah engkau, dan aku bukanlah aku. Jika bukan karena kesepian dan kesunyian itu, aku akan percaya manakala mendengar suaramu sebagai suaraku, atau manakala aku memandang wajahmu, itulah wajahku sendiri yang telah memandang cermin. 

Suara Sang Guru-Kahlil Gibran

Jumat, 22 November 2013

Biarkan Aku Sendiri



Sekilas terbayang masa yang indah silam
Menyentuh tulus direlung hati terdalam
Kehilafan telah usai aku sesali
Kini menjadi harapan yang tak pasti

Pernah kucoba memutuskan untuk kembali
Membuka kembali pintu maaf yang lama tertutup
Namun keadaan ini enggan berikan jalan
Apa yang kurasakan kini telah percuma

Sepertinya aku harus terbiasa
Mengisi hariku tanpa kehadiranmu
Kini hatiku berhenti berharap
Memaksaku tuk harus tmenerima satu kenyataan
Sendiri dulu

Sementara aku membatasi pikiranku
Untuk tidak mengingat lagi masa yang telah lalu
Semakin aku mengenang
Hatiku semakin terluka
Seribu sesal terbesik
Menyisakan lara

Kehampaan hati perih kurasa
Semenjak ku putuskan untuk meninggalkanmu
Apa daya semua ini t'lah terjadi
Akhirnya ku terbiasa merelakan mu
Dan biarkan aku sendiri dulu

Minggu, 17 November 2013

Mari Belajar Bahasa Jerman: Personalpronomen


Personalpronomen dalam bahasa Indonesia kita kenal dengan istilah kata ganti orang. Kita menggunakan kata ganti orang untuk berbicara tentang seseorang atau sesuatu. Dalam bahasa Jerman dikenal empat kasus (Nominativ, Akkusativ, Dativ dan Genetiv). Setiap kasus mempunyai Personalpronomen masing-masing. Uraian berikut ini hanya sedikit menjelaskan tentang Personalpronomen dalam kasus Nominativ


Dalam kasus Nominativ, Personalpronomen atau kata ganti orang digunakan untuk berbicara tentang seseorang / sesuatu yang melakukan sesuatu. Dalam kasus ini Personalronomen berkedudukan sebagai Subjek dari kalimat. 


Berikut ini Personalpronomen (kata ganti orang) dalam kasus Nominativ.


Ich
Saya
Orang 1 tunggal
Du
Kamu
Orang 2 tunggal  (Informal)
Er
Dia Laki-laki
Orang 3 tunggal
Sie
Dia Perempuan
Es
Netral
Wir
Kita
Orang 1 jamak
Ihr
Kalian
Orang 2 jamak
sie
Mereka
Orang 3 jamak
Sie
Anda
Orang 2 tunggal (Formal)



Kalau di ilustrasikan bisa jadi seperti gambar di bawah ini:



Uraian:

1.
Ich :
Kamu gunakan ketika kamu berbicara tentang dirimu


Contoh:


Ich komme aus Wolowaru


Saya berasal dari Wolowaru



2.
Du :
Kamu gunakan ketika kamu berbicara pada seseorang yang sudah kamu kenal, atau yang lebih muda dari kamu.


Contoh:


Du siehst sehr schön aus


Kamu terlihat sangat cantik



3.
Er :
Kamu gunakan ketika kamu berbicara tentang seorang laki-laki atau benda yang berartikel maskulin


Contoh:


Er wohnt in Ende


Dia (laki-laki) tinggal di Ende



4.
Sie :
Kamu gunakan ketika kamu berbicara tentang seorang wanita atau benda yang berartikel feminim


Contoh:


Sie ist Lehrerin


Dia (perempuan) adalah seorang guru



5.
Es :
Kamu gunakan ketika kamu berbicara tentang benda yang berartikel netral


Contoh:


Das ist ein Radio. Es ist teuer


Ini sebuah Radio. Dia (Radio) mahal



6.
Wir :
Kamu gunakan ketika kamu berbicara tentang beberapa orang termasuk kamu sendiri


Contoh:


Wir lernen Deutsch


Kita belajar bahasa Jerman



7.
Ihr :
Kamu gunakan ketika kamu berbicara kepada beberapa orang


Contoh:


Morgen fliegt ihr nach Jakarta


Esok kalian terbang ke Jakarta



8.
sie :
Kamu gunakan ketika kamu berbicara tentang beberapa orang


Contoh:


Sie hören Musik


Mereka mendengarkan musik



9.
Sie :
Kamu gunakan ketika kamu berbicara kepada orang yang belum kamu kenal atau orang yang lebih tua dari kamu


Contoh:


Was machen Sie hier?


Apa yang Anda lakukan di sini?



10.
Dalam bahasa Jerman Er dan Sie juga kita gunakan untuk benda mati


Contoh:


Das ist ein Stuhl. Er ist bequem


Ini adalh sebuah Kursi. Dia nyaman


Das ist eine Tasche. Sie ist schwarz


Ini adalah sebuah Tas. Dia berwarna hitam


Referensi: www.deutschseite.de