Rabu, 05 Februari 2014

Cinta itu adalah ...

Cinta itu adalah
Ketika kita selalu mengingat seseorang,
tapi seseorang itu sama sekali tidak mengingat kita
Kita tetap selalu yakin atas cinta kita


Cinta itu adalah
Ketika kita selalu menjadi yang pertama peduli
selalu menjadi orang terakhir yang menyerah
Meski seseorang tersebut tidak tahu
Kita tetap selalu yakin atas cinta kita
Tidak berkurang walau sejengkal
   

Cinta itu adalah
ketika kita mengorbankan apapun milik kita
Tanpa berharap seseorang akan membalasnya
Kita tetap bersedia melakukannya
Tidak berkurang rasa cintanya
   

Cinta itu adalah
Ketika kita selalu lirih menyebut namanya dalam doa
Meski seseorang itu sedang tidur, jauh, bahkan tidak menyadarinya
Kita tetap berharap yang terbaik
Tidak berkurang keyakinan kita
   

Itulah cinta yang sejati
Tidak perlu jauh-jauh mencarinya
Cinta seperti ini ada pada Ibu kita
Baca ulang sajak ini dari awal, sambil membayangkan Ibu-Bapak kita
semoga paham hakikat cinta yang baik.

*Darwis Tere Liye



Pedih


Kemana kini harus kucari
Kebahagiaanku, cintaku

Ketulusan cinta itu
Aku tak ingin cinta sesaat itu hadir dalam hidupku selalu

Haruskah kubeli cinta didunia ini
Haruskah kumengemis cinta pada seseorang 
Haruskah aku mati biar aku tenang dalam hidup
 
Lelah, lelah hati ini

Pedih, itu selalu terasa 
Datang disaat aku sendiri kesepian dan sunyi.

Selasa, 28 Januari 2014

Khayalanku



Rindu yang tak tertahan
Atas hangat tubuh dan kecup lembutmu
Pelukan erat tubuhmu
Membuat bergemuruh laksana air laut dan ombaknya

Diriku selalu teringat akan penantianku
Diriku ingin dekap detak jantung kita
Beradu membuat nafas ini terengah sesak

Di hari-hari ku kini
Kecemasan selalu membelenggu pikiranku
Sesaat bayanganmu datang dalam pikiranku
Mengapa slalu hayalan semata yang muncul dalam lelap tidurku

Senin, 27 Januari 2014

Penyesalan



Tiada guna kau sesali diri
Tiada guna kau sesalkan raga
Bukankah kau tahu bahwa suka dan duka adalah tantangan?
Dia takkan slamanya

Bagaikan setetes embun 
Sesaat dia tergantung
Sesaat pula dia menetes jatuh ketanah
Bercampur dengan debu dan tanah

Jangan benamkan asamu
Pada sepotong duka masa lalu
Biarkanlah dia pergi dan berlalu
Yakinlah bahwa langkahmu tak sendiri 

Tuhan selalu bersamamu

Sabtu, 25 Januari 2014

Aku untukmu



Kurasa, kudalami
Rasa itu semakin ada
Kujalani 
Tenang, nyaman, bila bersama denganmu

Kilasan detik hari
Selalu bayangmu yang ada
Malam datang, hangat kurasa bila rasa itu datang

Karna kupunya kamu 
Hari-hari berat itu ringan dipundaku
Terima aku apa adanya karena aku hanya untuk mu


Jumat, 24 Januari 2014

Melayani

Lihatlah Video ini! 
Dengarkan syair-syairnya dan resapi. 


 Layanilah sesamamu sesuai dengan panggilanmu.

NB. Hentikan sementara SCM Music Player dengan menekan tanda Pause, sehingga kalian bisa mendengarkan lagu ini dengan seksama. 

Orang Muda Katolik





Tidak bisa kita pungkiri bahwa berkembang tidaknya suatu bangsa tergantung pada kaum muda. Dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia, kaum muda mempunyai posisi yang penting sebagai pembawa perubahan. Ketika ada kepincangan kebijakan, yang berujung pada penderiataan rakyat, kaum muda siap mendobraknya. Dengan demikian, tidak disangsikan lagi peran kaum muda sebagai pembawa perubahan.

Situasi demikian juga terjadi dalam lingkup gereja Katolik. Kaum muda merupakan pembawa perubahan kehidupan menggereja. Kehadiran mereka bukan hanya dengan aktifitas seputar tempat parkir dan rantang berjalan. Tetapi mereka diharapkan, dan sudah seharusnya lebih berperan lagi sebagai penggerak kehidupan menggereja. Idealisme tersebut, kiranya masih jauh dari harapan, ketika melihat sepak terjang kaum muda saat ini khususnya kaum muda Katolik. 

 Tidak jarang saling menyalahkan antara orang muda, kurangnya minat dan kesadaran untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan kaum muda di Gereja, pergaulan bebas, sex pra nikah, penggunaan obat-obatan terlarang. Orang Muda Katolik sebagai bagian tak terpisahkan dari Gereja dan masyarakat tentunya menyadari masalah-masalah ini dan mau tak mau terpanggil untuk ikut terlibat memperbaiki kehidupan menuju masa depan yang lebih baik. 

Orang Muda Katolik (OMK) hadir di tengah situasi sosial yang beranekaragam, baik suku, agama, bahasa maupun budaya. Ada satu hal yang menjadi pengikat semua wadah OMK dalam bentuk apa pun itu, yaitu kesamaan iman mereka, karena sudah dibaptis dalam Gereja Katolik. Apa pun bentuknya, apa pun wadahnya, tapi semua dan serentak mengakar pada dasar yang sama yaitu iman pada Yesus Kristus. 

Menyadari ini saja, kita sudah membayangkan betapa ‘modal’ Orang Muda Katolik sangat besar. Jika modal yang besar ini sungguh-sungguh dikelola dengan baik, maka bukan tidak mungkin gaung dan gema mereka pun akan besar. Misi besar Gereja mewartakan Kerajaan Allah di dunia, bukan tidak mungkin menjadi kian terasa dengan gerak orang muda katolik seperti ini.

Kegiatan Pekan OMK sepertinya sudah menjadi agenda rutin orang muda. Hampir setiap tahun kegiatan yang bertujuan untuk membangun semangat kebersamaan & persaudaraan antar sesama orang muda ini selalu dilakukan. Bentuk kegiatannya pun macam-macam, mulai dari pertandingan olahraga, outbound, lomba baca & kuis Kitab Suci, baksos, hingga kegiatan diskusi & pendalaman iman seputar kehidupan orang muda katolik. Kegiatan seperti ini tentu saja sangat bermanfaat karena bagaimanapun juga anak-anak muda katolik perlu dididik, dibina dan dipersiapkan untuk menghadapi masa depan mereka yang penuh dengan gejolak perubahan yang begitu cepat. Membina dan mendidik orang muda katolik saat ini berarti secara tidak langsung kita telah meletakan dasar yang kuat bagi wajah gereja katolik masa depan.