Jumat, 02 Januari 2015

Aku dan Diriku

Setelah sekian lama kupergi
Kini ku kembali
Kembali merajut kata
Tuk berbagi cerita
Tentang diriku dan duniaku

Minggu dan bulan berlalu
Tahun pun berganti
Diriku tetap seperti yang dulu
Mencoba tuk terus bertahan
Melalui minggu, bulan dan tahun yang berganti

Masih seperti sebelumnya
Topeng kebahagiaan masih terus kukenakan
Senyuman akan selalu terukir indah diwajahku
Tetes air mataku kan kubiarkan mengalir melalui genangannya
Sehingga tak kan ada seorang pun yang tahu
Ada luka dihatiku


Aku nyaman dengan duniaku
Jangan coba menghiburku
Jangan pula mengasihani aku
Biarkan aku sendiri
Biarkan aku dan diriku

Jumat, 08 Agustus 2014

Was zum lachen!

Gespraeche zwischen Mann und Frau vor der Hochzeit.
Er    : Na endlich, ich habe schon lange gewartet
Sie  : Moechtest du dass ich gehe?

Er    : Nein, wie kommst du darauf. 
          Schon die Vorstellung ist schrecklich fuer mich
Sie  : Liebst du mich?
Er    : Natuerlic, zu jeder Tages und Nachzeit
Sie  : Hast du mich jemals betrogen?
Er    : Nein, niemals! Warum fragst du das?
Sie  : Willst du mich kuessen?
Er    : Ja, jedes Mal, wenn ich Gelegentheit dazu habe.
Sie  : Wuerdest du mich jemals schlagen?
Er    : Bist du wahnsining? Du weisst doch wer ich bin.
Sie  : Kann ich dir voll vertrauen?
Er    : Ja
Sie  : Mein Schatzi...

Sieben Jahre nach der Hochzeit....

Text einfach nur von unten nach oben


Jumat, 27 Juni 2014

Senja



Perlahan sang surya berlalu
Nampak kelelahan ia di ufuk barat
Mencoba mengucapkan salam perpisahan
Dengan memberikan sebuah senyuman terakhir

Terpancar lewat indahnya lembayung senja

Malam

Sumber gambar: Google gambar
   
Indahnya lembayung senja kini berlalu
Binatang-binantang pun kembali keperaduannya
Perlahan suara angin menghebus merdu
Membawa kabar akan kedatangan malam dan kegelapannya

Sang dewi malam pun mulai menampakkan dirinya
Bergerak elok perlahan mengikuti irama angin malam
Bintang-bintang kecil menemani perjalanannya
Menambah indah pesona sang dewi ditengah kedinginan malam

Mawar



Kau indah dan mempesona
Kau berwarna dan juga beraroma

Kau memikat hati setiap orang yang melihat
Kau dikagumi siapa saja yang memandang

Tetapi, dibalik semuanya itu
Kau lemah dan rapuh

Saat angin bertiup kencang
Segala keindahan dan pesonamu hilang

Mawar yang malang
Usiamu tak berlangsung lama


Sabtu, 22 Februari 2014

Singkong makanan rakyat

Siapa yang tidak kenal singkog?

Ketela pohon, ubi kayu, atau singkong (Manihot utilissima) adalah perdu tahunan tropika dan subtropika dari suku Euphorbiaceae. Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil kabohidrat. 


    
Makanan rakyat ini bisa dikatakan sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Bukan hanya umbinya yang memiliki rasa yang khas, namun daun singkong pun bisa disulap menjadi sayuran yang sangat nikmat. 


Tanaman ini sudah begitu banyak menyelamatkan para pendahulu kita yang mengalami kesusahan akan makanan dan bahkan sampai sekarang . Pada beberapa tempat tanaman ini dapat diolah dan akhirnya menjadi maknana pokok dalam kesehariannya.



Selain sebagai pengganti nasi pada saat musim panceklik, ternyata tanaman ubi kayu ini juga memiliki manfaat bagi kesehatan antara lain untuk diet rendah kalori, kesehatan pencernaan, sebagai antioksidan, antikanker, antitumor dan menambah nafsu makan. 



Hari ini siswa-siswi Smansa Wolowaru mengadakan ujian praktek. Mereka diminta menyediakan makanan tradisional. Bahan utama yang dipilih tentu saja adalah singkong. Dalam waktu yang tidak lama berbagai kreasi makanan olahan dari singkong pun dihasilkan. Selain singkong, jagung dan pisang pun menjadi salah satu pilahan siswa-siswi tersebut.



Lensa aneka olahan makanan hasil kreasi siswa-siswi Smansa Wolowaru










Kamis, 20 Februari 2014

Dari seorang guru kepada murid-muridnya

Apakah yang kupunya
anak-anakku
selain buku-buku dan sedikit ilmu
sumber pengabdian kepadamu

Kalau di hari minggu
engkau datang kerumahku
aku takut anak-anakku
kursi-kursi tua yang di sana
dan meja tulis sederhana
dan jendela-jendela yang tak pernah diganti kainnya
semua padamu akan bercerita
tentang kehidupanku di rumah tangga

Ah tentang ini tak pernah aku bercerita
dalam kelas sedang menatap wajah-wajahmu remaja
horizon yang selalu biru bagiku
karena kutahu anak-anakku
engkau terlalu muda
engaku terlalu bersih dari dosa
untuk mengenal ini semua


Puisi : Oleh Haryanto Andangjaya

Kenangan bersama anak wali XII Bahasa Smansa Wolowaru