Kamis, 14 November 2013

Manfaat Berkuda




KEGIATAN berkuda punya segudang manfaat bagi pelakunya. Selain hubungan emosi dengan hewan simbol keperkasaan ini, hal positif lain juga didapat.

Agar dapat bergerak sesuai keinginan penunggangnya, menunggang kuda memerlukan teknik khusus. Tak sekadar menarik kekang dan menghentakkan kaki ke tubuh kuda. Perlu juga proporsi yang tepat dalam memberikan stimulus kepada kuda, mengerti kondisi fisik dan psikis kuda.
Tak kalah penting, pahami pula cara-cara merawat kuda, dari makanan sampai kebersihan kuda. Semua itu perlu dipelajari agar performa kuda maksimal saat ditunggangi. Dengan begitu, aktivitas berkuda pun jadi lebih bermanfaat.

Berikut manfaat yang dapat dipetik dari aktivitas berkuda:


1. Mengajarkan keberanian
Tingkat keberanian orang tentu berbeda dalam menghadapi kuda. Ada yang takut, biasa saja, ada yang sangat berani, dan ada juga yang antusias melihat tapi takut menungganginya. Kebiasaan yang terus dilatih dalam menghadapi kuda, memberikan dampak positif, yaitu tumbuhnya keberanian.


2. Mengajarkan kerja tim (team work)
Dalam berkuda, ada dua pihak yang saling bekerja sama untuk sama-sama bergerak menuju suatu tempat. Masing-masing pihak punya peran, saling mengisi, ada kompensasi yang mesti diberikan masing-masing pihak. Kerja tim, menyelaraskan gerak dengan pihak lain untuk mencapai tujuan, terbinanya pengertian, dan saling mengisi.

Dalam team work ada aturan yang harus ditaati. Keluar aturan, bisa merugikan diri sendiri dan pihak lain. Dalam berkuda ada aturan cara menunggangi yang jika tidak ditaati bisa mengakibatkan si penunggang jatuh.


3. Mengajarkan kepemimpinan (leadership)
Dalam berkuda, sang penunggang adalah pemimpin yang pegang kendali. Arah pergerakan dan kecepatan gerak kuda ada di bawah kendali penunggang. Meski begitu, tetap saja penunggang tak bisa semena-mena. Salah bertindak bisa berakibat fatal.

Dengan berkuda, kita juga dapat mengajarkan anak untuk jadi pemimpin yang tepat dalam bertindak, cerdas, dan tanggap menghadapi situasi dan kondisi. Pemimpin yang bijak, bukan yang sok bijak. Pemimpin yang pintar dan berani, bukan yang sok pintar dan sok berani.

4. Mengajarkan kesabaran
Adakalanya penunggang tidak nyaman dengan gerakan kuda atau kuda sulit dikendalikan. Dalam kondisi ini, sang penunggang tidak bisa memaksakan kehendaknya. Perlu kesabaran untuk tetap berjalan bersama kuda dalam mencapai tempat tujuan.

Sadar atau tidak, sesungguhnya kuda dapat merasakan emosi sang penunggangnya. Jika sang penunggang tetap tenang dan sabar, si kuda akan cepat tenang. Pun sebaliknya.


5. Mengajarkan keterampilan untuk bergerak lebih efektif menuju tujuan
Dalam berkuda, penunggang bekerja sama dengan kuda untuk mencapai tempat tujuan dalam waktu relatif lebih cepat. Untuk mencapai tujuan secara lebih efektif, diperlukan keterampilan dan sikap mental positif.

 Lihat betapa tinnginya dia

 Ia besar bukan?

Bersama Pelatihku




Sumber:  http://sportiplus.com

Tidak ada komentar: